Posts

Showing posts from 2017

Full of Hell dan Toserba Musik Metal

Image
Ketika vokal Barney Greenway makin memburuk, Full of Hell    meyakinkan kita sebagai grindcore ambassador abad ini.       Full of Hell adalah unit metal kontemporer, perlu bukti? Coba lihat ke album kolaborasi dengan Merzbow yang menyayat telinga dan kolaborasi The Body dimana mereka bermain minimalis. Tidak seperti dua album sebelumnya, mereka lebih memilih mengundang banyak guest musician daripada kolaborasi penuh dengan band lain. Album yang Diproduseri oleh Kurt Ballou dan dirilis oleh Profound Lore membawa mereka ke level baru, membuka gerbang bagi Dylan Walker cs untuk tour bersama berbagai band sekelas Cattle Decaptitation dan Revocation.       Bagi saya Full of Hell tidak berevolusi, mereka selalu membuat album yang berbeda dari sebelumnya. Unit asal Maryland ini hanya melanjutkan sound mereka setelah rilisan split album mereka bersama Nails, mereka terdengar old school death metal dengan versi mereka. Single pertama sekali...

Persembahan Baru Ancient Lewat 'The Old Dark Tyranny'

Image
Batasan memang selalu ada, Tapi sepertinya tidak berlaku bagi ritme bernuansa dingin dan gelapnya siklus sosial belahan skandinavia. Buat kalian yang suka mendengarkan early Darkthrone, Morbid, Nifelheim, Bathory atau pun Slayer. Pasti tidak boleh melewatkan rilisan unit black thrash metal asal Bandung, Ancient. Yap, bisa dibilang Ancient terasuki oleh kegelapan yang hidup di wilayah Norwegia untuk memperjuangkan budaya kepercayaannya pada masa era 80an. Sehingga mereka mengalirkannya melalui musik. Ancient memang istimewa, Mereka tidak ikut-ikutan wave musik keras lokal seperti dark hardcore, stoner atau grind. Dengan memainkan musik blackened thrash saat ini, terasa seperti sirup segar yang membatalkan puasa di siang hari. Skena black metal skandinavia selalu merasuki pada trek-trek debut EP Album yang bertajuk The Old Dark Tyranny ini. Riff early thrash/speed metal pun juga ikut meramaikan instrumen dari setiap trek. Sungguh formula yang luar biasa. Dimulai dengan ...

Full Of Hell Siap Luncurkan 'Trumpeting Ecstasy'

Image
Pastinya kalian pernah melihat api yang tak pernah padam menghasilkan suhu yang luar biasa, sama hasilnya dengan kolaborasi dari dua band asal negeri paman sam ini. Jika pada Desember 2016 lalu merilis album splitnya dengan unit powerviolence grindcore berbahaya asal California, Nails. Salah satu band noise grindcore yang paling disegani sejagat raya, Full Of Hell juga tidak mau kalah akan merilis full album terbarunya pada 5 Mei 2017 mendatang melalui label Profound Lore. Full of Hell siap untuk meledakkan telinga kalian lewat album bertajuk Trumpeting Ecstasy melalui proses rekaman yang dibantu oleh GodCity Studio milik Kurt Ballou (Converge). Kejahatan, Kebinasaan dan Hukuman menjadi konsep dalam Trumpeting Ecstasy. Kalau saya lihat nama albumnya seperti mengingatkan kita pada presiden baru negeri paman sam yang penuh dengan kontroversi, entah ada maksud yang menyentil atau tidak saya pun tidak tahu. Disamping penjelasan tema, Dylan Walker memilih The Butcher sebagai cover...

Dimensi Kegelapan Grace Lewat No Heaven No Hell

Image
Jangan pernah anggap remeh dengan rilisan dalam negeri, Tak hanya ibukota Jakarta saja yang memiliki musisi berbahaya. Kali ini, Unit blackened crust asal Tulungagung, Jawa Timur, Grace baru saja meluncurkan album perdananya bertajuk No Heaven No Hell berisikan 11 trek lagu yang dirilis oleh label Resting Hell Records pada 30 januari lalu. Sebelumnya, Grace sempat menelurkan EP berjudul Road To Wisdom tahun 2015 silam berformat kaset. Jika kalian suka mendengarkan Young And In The Way, Trap Them atau Cursed dengan kombinasi black metal semacam Watain, maka Grace adalah jawabannya. No Heaven No Hell merupakan konsep mengangkat perspektif kegelapan yang mengendalikan umat manusia. Inspirasi dalam pembuatan lirik - lirik lagu juga mengambil dari buku  The Goetia the Lesser Key of Solomon the King seperti yang dilansir dari semarangonfire . Dimulai trek pertamanya yang berjudul In The Name By bernuansa horror, gelap dan dingin berlanjut trek kedua yaitu Void percampuran riff...

Deathspell Omega, ‘The Synarchy of Molten Bones’

Image
Perkenalkan unit avant-garde progressive black metal asal France, Deathspell Omega yang sangat berbahaya ini. Jika kalian senang dengan Krallice, Mgla, Blut aus Nord, Leviathan, dan Dragged into Sunlight, tak ada salahnya mencoba mendengarkan Deathspell Omega menjadi rekomendasi kalian. Setelah 4 tahun tak merilis karya, Deathspell Omega baru - baru ini merilis mini album yang bertajuk The Synarchy of Molten Bones pada 8 November 2016 lalu. Apabila kalian suka mendengarkan Watain, Dodheimsgard atau Dark Funeral bisa dibayangkan kombinasi black metal seperti band - band tersebut dengan sentuhan nuansa progressive avant - garde metal semacam Meshuggah. Luar biasa bukan? Pada setiap albumnya lirik - liriknya tak jauh dari konsep hubungan antara Manusia, Tuhan dan Satan. Serta artwork albumnya yang selalu berkonsep surealis. Awalnya saya sempat heran cara mereka memainkan instrumennya yang cukup cepat jika sedang tampil langsung di atas panggung, dan ternyata benar mereka tidak pern...

Forever, Code Orange Next Level?

Image
Jika sebelumnya membahas klipnya yang bertajuk Forever, kali ini saya akan mengulas album Forever yang baru saja dirilis pada 13 Januari lalu. Album ketiga dari hardcore punk asal Pennsylvania, AS ini telah dirilis oleh label Roadrunner Records. Reba Meyers dan kawan – kawan sepertinya ingin memberikan kejutan kepada pendengar setianya. Selain albumnya dirilis oleh salah satu perusahaan label rekaman besar dalam ranah metal, Mereka juga melemparkan konsep gelap, emosional dan krisis slam hardcore yang disatukan dengan tempo beat down serta noise yang cukup menghancurkan. Namun, entah kenapa saya kurang begitu suka dengan rilisan ini. Menurut saya mereka terlalu emosional untuk membuat konsep gelap dan menyeramkan ditambah menyisipkan noise riff pada beberapa treknya yang terdengar math . Meskipun demikian, kalian tidak akan menyesal jika mendengarkan dan menyaksikan mereka secara langsung membawakan trek trek pada album ini. Tentunya unsur emosi yang begitu besar akan membuat ...

Amarah Nails Lewat You Will Never Be One of Us

Image
Sebelumnya review ini telah masuk di list album of the year , tapi tidak sah rasanya kalau tidak membahas album ini lebih rinci. Grindcore dan Nihilisme, itulah album Nails yang berjudul  You Will Never Be One of Us . Judul album yang cukup panjang bagi band yang bergenre powerviolence grindcore, terkesan ironis memang. Setelah dua album sebelumnya yang terdengar marah, Si botak Todd Jones tidak akan membuat album ini menjadi lebih kalem. Namun mereka memilih untuk menjadi murka pada album ketiga. Ketika single pertamanya yang diambil dari nama yang sama bertajuk  You Will Never Be One of Us   dirilis (16/4) lalu, seketika menjadi mimpi basah bagi para pendengar musik keras bertempo cepat ini.   Album ini berdurasi 21 menit berisikan sepuluh track lagu dan mayoritas tiap lagunya berdurasi satu menit. Beberapa andalan seperti  “You Will Never Be One of Us”  sebagai trek pertama sekaligus single perdana album ini terdengar begitu ...

Hopes Die Last Umumkan Untuk Tutup Usia

Image
Ada yang datang dan ada yang pergi. Setelah setahun lamanya tidak aktif kembali, unit Post Hardcore asal Vatican, Italia, Hopes Die Last telah mengumumkan untuk berhenti melanjutkan karyanya. Band yang terbentuk pada tahun 2004 ini bisa dibilang salah satu dari favorit saya sewaktu masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah atas. Apalagi jika sedang mengerjakan tugas - tugas sialan dari guru, memutar album mereka membuat saya bersemangat mengerjakannya. Pertama kalinya mendengar trek - trek andalan mereka di mini album bertajuk Your Face Down Now seperti “Call Me Sick Boy”, “Thanks For Coming (I Like You Dead)” dan “Last Night Goodbye”. Ketika saya bersekolah biasanya dapat referensi lagu - lagu dari teman yang mempunyai taste sejenis. Memang pada waktu itu sedang banyaknya yang memutar trek andalan emo, post hardcore, metalcore era awal 2000an. Namun, ketika saya mendengarkan “Call Me Sick Boy” membuat saya tertarik untuk memutarnya satu album dari Your Face Down. Pada wa...