Full of Hell dan Toserba Musik Metal


Ketika vokal Barney Greenway makin memburuk, Full of Hell  meyakinkan kita sebagai grindcore ambassador abad ini.


      Full of Hell adalah unit metal kontemporer, perlu bukti? Coba lihat ke album kolaborasi dengan Merzbow yang menyayat telinga dan kolaborasi The Body dimana mereka bermain minimalis. Tidak seperti dua album sebelumnya, mereka lebih memilih mengundang banyak guest musician daripada kolaborasi penuh dengan band lain. Album yang Diproduseri oleh Kurt Ballou dan dirilis oleh Profound Lore membawa mereka ke level baru, membuka gerbang bagi Dylan Walker cs untuk tour bersama berbagai band sekelas Cattle Decaptitation dan Revocation.

      Bagi saya Full of Hell tidak berevolusi, mereka selalu membuat album yang berbeda dari sebelumnya. Unit asal Maryland ini hanya melanjutkan sound mereka setelah rilisan split album mereka bersama Nails, mereka terdengar old school death metal dengan versi mereka. Single pertama sekaligus track pertama album ini “Deluminate” dibuka dengan intro kutipan Werner Herzog dan diakhiri dengan growl panjang Dylan. Lalu “Bound Sphinx” adalah upaya mereka untuk pamer breakdown, ada pula “Cosmic Vein” dengan taste dark hardcore ditengah-tengahnya. Single kedua mereka “Crawling Back to God” adalah favorit saya, vokal Dylan screeching ala black metal ditambah guest Aaron Turner sungguh eargasmic, lagu yang cocok untuk tobat kembali ke Tuhan. Favorit lain saya adalahGnawed Flesh”, brutal tetapi doomy diakhirnya dan “Ashen Mesh” yang catchy, bisa jadi pembakar circle pit. Tak lupa guest vocal pada trek “Trumpeting Ecstasy” oleh penyanyi solo muda bernuansa dark folk Nicolle Dollangager menambah tekstur kegelapan membayangi unsur noise grind. Album ini ditutup dengan track sludgy nan epik “At The Cauldron’s Bottom”, Nate Newton menyumbangkan vokalnya dengan baik.

      Rilisan ini memperlihatkan progress yang nyata. Riff gitar yang diciptakan oleh Spencer Hazard sungguh hazardous. Permainan drum Dave Bland di album ini tanpa ampun, sungguh tidak berkepri-drum-an. Jika reinkarnasi itu nyata, saya tidak mau terlahir kembali menjadi drum set milik Dave Bland. Departemen vokal juga impresif, para guest vocalists mengisi dengan tepat dan scream Dylan Walker terdengar effortless. Mungkin manusia normal baru bisa menjangkau vokal Dylan jika jari kelingling kakinya tersandung.


      Album ini lebih tepat disebut sebagai “Toserba Musik Metal”, mulai dari death metal, black metal, sludge, thrash dan yang pasti  grindcore telah dikombinasikan dengan tepat. Musik metal tidak pernah seintens ini, jangan pernah rekomendasikan album ini pada mereka yang lemah jantung. 


Comments

Popular posts from this blog

Amarah Nails Lewat You Will Never Be One of Us

Abrasive Void and Nietzschean Mayhem within Okkultokrati's La Ilden Lyse