Forever, Code Orange Next Level?
Jika
sebelumnya membahas klipnya yang bertajuk Forever, kali ini saya akan mengulas
album Forever yang baru saja dirilis pada 13 Januari lalu. Album ketiga dari hardcore
punk asal Pennsylvania, AS ini telah dirilis oleh label Roadrunner Records.
Reba
Meyers dan kawan – kawan sepertinya ingin memberikan kejutan kepada pendengar
setianya. Selain albumnya dirilis oleh salah satu perusahaan label rekaman besar
dalam ranah metal, Mereka juga melemparkan konsep gelap, emosional dan krisis slam hardcore
yang disatukan dengan tempo beat down serta noise yang cukup menghancurkan. Namun, entah
kenapa saya kurang begitu suka dengan rilisan ini. Menurut saya mereka terlalu emosional untuk membuat konsep gelap dan menyeramkan
ditambah menyisipkan noise riff pada beberapa treknya yang terdengar math.
Meskipun demikian, kalian tidak akan menyesal jika mendengarkan dan menyaksikan
mereka secara langsung membawakan trek trek pada album ini. Tentunya unsur
emosi yang begitu besar akan membuat moshpit tak terkendali membiarkan tangan
kalian beradu keras.
Pada
trek pertama nya yang berjudul “Forever” sebuah intro yang cukup mengerikan berisikan
elemen - elemen dasar hentakan slam hardcore. Lanjut “Kill The Creator” dan “Real” memulai untuk menciptakan irama kompleks dan noise berbalut
kecepatan tempo yang mengiringi. Setelah itu “Bleeding In The Blur” menjadi kejutan
yang menarik, Reba Meyers mengisi vokal clean yang jernih dan kuat seperti dalam
proyek sampingannya Adventures tetapi jauh lebih mengagumkan, benar - benar keren!.
“The Mud” menjadi trek yang aneh bagi saya karena sangat bereksperimen dengan
noise. Tembang “The New Reality” dan “Spy” membuat instrumentasi tempo beat
down catchy yang beberapa riffnya masih sama dengan album I Am King. Lagi - lagi
saya menemukan trek yang aneh yaitu “Ugly” karena terlalu berekperimen dengan
noise dan vokal seperti nu metal yang agak menyebalkan. Kenapa menyebalkan?
Karena vokal seperti ini belum pernah ada dari album atau pun trek sebelumnya
dan terdengar memaksa. Lalu “No One Is Untouchable” adalah trek catchy diiringi beat down yang gelap. Dua tembang
terakhir “Hurt Goes On” dan “dream2” sebagai penutup yang menonjolkan komponen early
electronic mirip dengan industrial metal semacam Rammstein, akan mengingatkan pendengar
pada film - film semi robotic. Struktur - struktur lagu yang cukup mengejutkan
bagi fans Code Orange Kids yang sekarang bertransisi menjadi Code Orange. Saya
sebagai pendengar mengakui album ini benar - benar di luar ekspektasi.
Yap,
album yang berdurasi 34 menit dan berisikan 11 trek lagu ini mempresentasikan
bahwa Code Orange berada di level berikutnya.


Comments
Post a Comment