Hopes Die Last Umumkan Untuk Tutup Usia



Ada yang datang dan ada yang pergi. Setelah setahun lamanya tidak aktif kembali, unit Post Hardcore asal Vatican, Italia, Hopes Die Last telah mengumumkan untuk berhenti melanjutkan karyanya. Band yang terbentuk pada tahun 2004 ini bisa dibilang salah satu dari favorit saya sewaktu masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah atas. Apalagi jika sedang mengerjakan tugas - tugas sialan dari guru, memutar album mereka membuat saya bersemangat mengerjakannya.

Pertama kalinya mendengar trek - trek andalan mereka di mini album bertajuk Your Face Down Now seperti “Call Me Sick Boy”, “Thanks For Coming (I Like You Dead)” dan “Last Night Goodbye”. Ketika saya bersekolah biasanya dapat referensi lagu - lagu dari teman yang mempunyai taste sejenis. Memang pada waktu itu sedang banyaknya yang memutar trek andalan emo, post hardcore, metalcore era awal 2000an. Namun, ketika saya mendengarkan “Call Me Sick Boy” membuat saya tertarik untuk memutarnya satu album dari Your Face Down. Pada waktu itu konsep mereka memang masih terbawa genre screamo era tahun 2000an. Lalu, pada tahun 2009 mereka mengeluarkan album Six Years Home dengan trek andalan “Some Like It Cold” dan “Johnny Light Sucks”. Di album ini masih kental dengan screamo era 2000an walaupun sudah sedikit agak berkurang.

Tahun 2012 mereka kembali merilis album Trust No One yang merupakan album favorit saya. Kenapa? Karena setiap trek album ini terasa pure post hardcore bagi saya. Contohnya trek seperti “Never Trust the Hazel Eyed”, “Unleash Hell”, “Sidney Shown”, dan “This Song Plays Suicide”. Semakin banyaknya perubahan dalam bermusik, mereka kembali menelurkan album Wolfpack tepatnya tahun 2013. Wolfpack memberikan musik yang berbeda dari kedua album sebelumnya. Sentuhan electronic juga ikut bercampur meramaikan setiap trek dari Wolfpack. Yap, bisa dibilang salah satu dari mereka sudah terinfluence oleh komposer electronic music yaitu sang Bassist, Marco “Becko” Calanca. Pada klip nya yang berjudul “Hellbound” dan “The Wolfpack” terlihat Becko juga memainkan alat musik electronic sambil ia membetot bassnya.

Pada akhirnya setelah mereka melepas single Alpha Wolves yang dirilis tahun 2015, Becko mengundurkan diri dari band karena memilih fokus dengan proyek solo electronic musik buatannya.

Band yang dibentuk oleh Marco “Becko” Calanca, Daniele Tofani, Marco Mantovani, Luigi Magliocca, dan Ivan Panella telah membuat 3 album dan 2 mini album (EP) selama 13 tahun lamanya. 

Pastinya selalu ada evolusi dari dalam diri kita, khususnya taste music. Memang sangat disayangkan mereka harus bubar, tetapi saya sebagai salah satu pendengar setia sejak berseragam sekolah yakin bahwa mereka akan membuat pendewasaan musik untuk Alphawolves pasca berakhirnya Hopes Die Last.

Pada tanggal 6 Januari kemarin, Akun resmi media sosial Hopes Die Last mengkonfirmasikannya, “Hopes Die Last is over, not dead. The flame keeps burning. We are the Alphawolves.”

Begitu juga dari akun media sosial Becko,“We grow we evolve. RIP Hopes Die Last (2004 - 2017)”.


Comments

Popular posts from this blog

Amarah Nails Lewat You Will Never Be One of Us

Abrasive Void and Nietzschean Mayhem within Okkultokrati's La Ilden Lyse

Full of Hell dan Toserba Musik Metal