Deathspell Omega, ‘The Synarchy of Molten Bones’
Perkenalkan
unit avant-garde progressive black metal asal France, Deathspell Omega yang
sangat berbahaya ini. Jika kalian senang dengan Krallice, Mgla, Blut aus Nord, Leviathan,
dan Dragged into Sunlight, tak ada salahnya mencoba mendengarkan Deathspell
Omega menjadi rekomendasi kalian.
Setelah 4 tahun tak merilis karya, Deathspell Omega baru - baru ini merilis
mini album yang bertajuk The Synarchy of Molten Bones pada 8 November 2016
lalu. Apabila kalian suka mendengarkan Watain, Dodheimsgard atau Dark Funeral
bisa dibayangkan kombinasi black metal seperti band - band tersebut dengan
sentuhan nuansa progressive avant - garde metal semacam Meshuggah. Luar biasa
bukan? Pada setiap albumnya lirik - liriknya tak jauh dari konsep hubungan
antara Manusia, Tuhan dan Satan. Serta
artwork albumnya yang selalu berkonsep surealis. Awalnya saya sempat heran cara
mereka memainkan instrumennya yang cukup cepat jika sedang tampil langsung di
atas panggung, dan ternyata benar mereka tidak pernah hadir di gigs atau pun
konser festival. Sungguh mengagumkan, membuat saya yakin mereka
adalah salah satu band berbahaya di muka bumi ini.
Pada
The Synarchy of Molten Bones beberapa inspirasi lirik mereka bertemakan
eksistensialisme dari surealis George Bataille, Friedrich Nietzsche dan idealis
asal Jerman yaitu Georg Wilhelm Hegel. Dimulai dari trek pertama yang
berjudul sama dengan nama album The
Synarchy of Molten Bones terdengar begitu seram dengan intro sebuah
aransemen gitar yang menakutkan dan catchy, Lanjut trek kedua yang berdurasi 6 menit
10 detik berjudul Famished for Breath dari
awal lagu menyuguhkan beat drum yang begitu cepat tak ada hentinya, Saya pikir serupa
dengan judulnya mereka memainkan lagu ini bagaikan tak ada waktu untuk bernafas. Lalu pada trek ketiga yaitu Onward where Most with Ravin I may meet berdurasi
10 menit 12 detik adalah durasi terpanjang dalam album, trek mengagumkan
sepanjang waktu dimana mereka dapat memainkan instrumen sehebat ini. Trek terakhir ditutup
dengan ending berjudul Internecine
Iatrogenesis, seperti layaknya film - film bergenre kolosal elit yang
menakjubkan mata penonton, sedangkan Internecine
berhasil memukau pendengaran telinga saya.
The
Synarchy of Molten Bones dirilis oleh label rekaman Norma Evangelium Diaboli.
Sebelumnya mereka merilis mini album bertajuk Drought pada tahun 2012 dan full
album berjudul Paracletus tahun 2010 silam. Sama seperti Nails lewat You Will Never Be One of Us, Bila Nietzsche masih hidup, mungkin dia akan suka
mendengarkan album ini.


Comments
Post a Comment