Posts

Showing posts from January, 2017

Forever, Code Orange Next Level?

Image
Jika sebelumnya membahas klipnya yang bertajuk Forever, kali ini saya akan mengulas album Forever yang baru saja dirilis pada 13 Januari lalu. Album ketiga dari hardcore punk asal Pennsylvania, AS ini telah dirilis oleh label Roadrunner Records. Reba Meyers dan kawan – kawan sepertinya ingin memberikan kejutan kepada pendengar setianya. Selain albumnya dirilis oleh salah satu perusahaan label rekaman besar dalam ranah metal, Mereka juga melemparkan konsep gelap, emosional dan krisis slam hardcore yang disatukan dengan tempo beat down serta noise yang cukup menghancurkan. Namun, entah kenapa saya kurang begitu suka dengan rilisan ini. Menurut saya mereka terlalu emosional untuk membuat konsep gelap dan menyeramkan ditambah menyisipkan noise riff pada beberapa treknya yang terdengar math . Meskipun demikian, kalian tidak akan menyesal jika mendengarkan dan menyaksikan mereka secara langsung membawakan trek trek pada album ini. Tentunya unsur emosi yang begitu besar akan membuat ...

Amarah Nails Lewat You Will Never Be One of Us

Image
Sebelumnya review ini telah masuk di list album of the year , tapi tidak sah rasanya kalau tidak membahas album ini lebih rinci. Grindcore dan Nihilisme, itulah album Nails yang berjudul  You Will Never Be One of Us . Judul album yang cukup panjang bagi band yang bergenre powerviolence grindcore, terkesan ironis memang. Setelah dua album sebelumnya yang terdengar marah, Si botak Todd Jones tidak akan membuat album ini menjadi lebih kalem. Namun mereka memilih untuk menjadi murka pada album ketiga. Ketika single pertamanya yang diambil dari nama yang sama bertajuk  You Will Never Be One of Us   dirilis (16/4) lalu, seketika menjadi mimpi basah bagi para pendengar musik keras bertempo cepat ini.   Album ini berdurasi 21 menit berisikan sepuluh track lagu dan mayoritas tiap lagunya berdurasi satu menit. Beberapa andalan seperti  “You Will Never Be One of Us”  sebagai trek pertama sekaligus single perdana album ini terdengar begitu ...

Hopes Die Last Umumkan Untuk Tutup Usia

Image
Ada yang datang dan ada yang pergi. Setelah setahun lamanya tidak aktif kembali, unit Post Hardcore asal Vatican, Italia, Hopes Die Last telah mengumumkan untuk berhenti melanjutkan karyanya. Band yang terbentuk pada tahun 2004 ini bisa dibilang salah satu dari favorit saya sewaktu masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah atas. Apalagi jika sedang mengerjakan tugas - tugas sialan dari guru, memutar album mereka membuat saya bersemangat mengerjakannya. Pertama kalinya mendengar trek - trek andalan mereka di mini album bertajuk Your Face Down Now seperti “Call Me Sick Boy”, “Thanks For Coming (I Like You Dead)” dan “Last Night Goodbye”. Ketika saya bersekolah biasanya dapat referensi lagu - lagu dari teman yang mempunyai taste sejenis. Memang pada waktu itu sedang banyaknya yang memutar trek andalan emo, post hardcore, metalcore era awal 2000an. Namun, ketika saya mendengarkan “Call Me Sick Boy” membuat saya tertarik untuk memutarnya satu album dari Your Face Down. Pada wa...